Lebaran kali ini (2010),very amazing…,banyak kenangan yang sulit untuk dilupakan.Kenangan itu hingga sekarang masih melekat kuat diingatan saya. Pada hari pertama lebaran suasanaya sangat terasa berbeda dengan suasana lebaran tahun yang lalu, dimana tahun ini rumahku dipenuhi dengan keponakan kakak-kakaku yang sudah bertambah. Mereka semua lucu-lucu. Pada saat salat id di mesjid Al-Ikhlas Bagansiapiapi, mesjid megah di kotaku, suasananya begitu khusuk, di sana saya bisa melihat kembali wajah orang-orang melayu yang sangat khas, dimana wajah-wajah tersebut tidak pernah saya jumpai di kota Bogor, tempat di mana saya kuliah atau menuntut ilmu sekarang. Hal yang sangat menyenagkan bagi saya adalah saya bisa menjumpai teman-teman saya waktuy sama-sama berjuang atau belajar bersama baik waktu sama-sama duduk di bangku SD, SMP, maupun SMA. Saat berpapasan dengan mereka di jalan perasaan rindu dihati dengan sendirinya hilang saat tangan kami saling berjabatan sambil mengucapkan kata minal aidin, sungguh sangat mengharukan. Namun, ketika asik-asiknya bersalaman dan bercerita dengan teman yang saya jumpai, tidak terasa para jamaah salat id di mesjid, sudah pulang ke rumah mereka masing-masing, dan hanya tinggal beberapa orang saja di Mesjid, dan itu hanya penjaga mesjid.
Setelah bercerita cukup lama dengan seorang teman, timbuk keinginan dalam hati untuk segera pulang ke rumah saya untuk melakukan ritual tahunan yaitu minta maaf kepada orang tua atau adat yang biasa dikenal dalam tradisi jawa yang di kenal dengan “sungkeman”. Untuk itu saya pun minta izin dengan teman saya segera pulang. Pada saat hendak menuju ke honda (motor saya), adik saya yang ketika itu juga salat id bersama saya menanyakan sajadah yang kami bawa dari rumah, karena adik saya tidak melihat sajadah itu di tangan saya ketika kami akan pulang. Setelah berpikir sesaat baru terlintas dalam pikiran saya bahwa sajah kami tertinggal di tempat (lapangan mesjid) kami salat id, dengan segera saya langsung menuju ke tempat tersebut dan alhamdulillah saya menemukan sajadah kami yang ketinggalan. Setelah menemukan sajadah itu saya dan adik saya langsung pulang ke rumah.

Search
Archives